Long-Life Learner | Engineering and Management Enthusiast

Coastal, Course, Engineering, Tutorial

Tutorial Membuat Grid dan Depth pada Delft3D

by Foundry Co from Pixabay

Pemodelan gelombang, arus, dan sedimen yang menggunakan bantuan software Delft3D.. Langkah-langkah pembuatan mesh area model pada aplikasi Delft3D adalah sebagai berikut (dalam hal ini saya menggunakan data tugas akhir saya yaitu Pantai Watunohu):

  1. Membuat Grid

Setelah membuka aplikasi Delft3D dan memilih Select working directory untuk memudahkan pemilihan dan penggunaan file, selanjutnya pilih menu Grid à RGFGRID sehingga muncul tampilan area kerjanya (worksheet).

Gambar-1 Tampilan Menu-Menu pada Delft3D.

Selanjutnya membuat spline sesuai dengan kebutuhan pemodelan. Spline adalah titik-titik berwarna hijau dan saling terhubung. Spline ini digunakan sebagai batasan grid yang akan dibuat. Sebelum membuat spline, data land boundary (.ldb) dan bathymetry (.xyz) di-import terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan agar grid yang dibuat mengikuti data area bathymetry. Cara membuat spline adalah pilih menu edit à spline à new lalu buat sesuai kebutuhan. Setelah spline dibuat, pilih menu operations à change splines into grid untuk mengubah spline menjadi grid.

Gambar-2 Cara Membuat Spline dan Grid di Delft3D.

Grid untuk pemodelan Pantai Watunohu dapat dilihat pada Gambar-3. setelah itu, pilih menu file à export à Grid (RGFGRID) dengan nama file watunohu.grd untuk menyimpan  grid yang telah dibuat.

Gambar-3 Export Grid di Delft3D

  1. Membuat Depth Bathimetri

Pembuatan depth dilakukan pada area kerja QUICKIN, Langkahnya adalah buka menu Delft3D à Grid à QUICKIN. Langkah pertama import grid yaitu pilih menu file à import à grid lalu pilih watunohu.grd. selanjutnya import land boundary yaitu pilih menu file à attribute files à open land boundary.. lalu pilih watunohu.ldb. Terakhir import bathimetry yaitu pilih menu file à attribute files à open Sampels.. lalu pilih watunohu.xyz.

Gambar-4 Import Grid dan Bathimetry di Delft3D

 

Gambar-5 Interpolasi dan Bathimetry di-Import

Selanjutnya antara data grid dan batimetri disesuaikan melalui menu operations à grid cell averaging, triangular interpolation, dan internal diffusion. Ketiga cara terakhir adalah bentuk interpolasi data kedalaman agar semua nilai kedalaman pada grid yang belum ada data kedalamannya dapat diketahui. Apabila cara pertama sudah mendapatkan semua data batimetri maka cara kedua dan ketiga tidak perlu dilakukan. Hasil dari interpolasi data tersebut seperti terlihat pada Gambar-6. Terakhir, simpan file dengan cara pilih menu file à export à depth lalu ketik nama file watunohu.dep.

Gambar-6 Tampilan Setelah Diinterpolasi dan Langkah meng-Export-nya

Demikianlah tutorial Membuat Grid dan Depth pada Delft3D. Semoga dapat menjadi insight baru dan bermanfaat buat teman-teman.

Leave a Reply